anti toxin

October 26, 2009

Bertemu dengan seseorang yang membuat kita mencapai suatu titik balik kehidupan.

Gue bertemu dengan seseorang yang pada dasarnya bersifat, “gue tidak perlu menjaga perasaannya, karena she’s noting for me”….

Sehingga apa yang keluar dari lisannya adalah sambaran api, dan torehan duri bagi gue.

Gue menggunakan orang ini ketika mood gue sedang mengayun kecang, antara senang dan sedih. Sehingga, kata-katanya malah menjadi anti toxin buat gw.

Dan gue akan kembali ke titik awal dari mood gw, dan jika hati gue mencerna dengan jernih, kata-katanya yang banyak mengandung kuman untuk kesehatan hati malah justru menyembuhkan.

Terima kasih Tuhan untuk ciptaanmu tentang berbagai macam jenis manusia serta sifat-sifatnya yang beragam.


dari balik jendela sebuah kopaja

October 24, 2009

Aku baru menemukan fungsi lain dari kopaja. Angkutan umum kumal dengan warna hijau pudar yang bila berjalan ia berderak-derak. Sementara jejak yang ditinggalkannya hanya gumpalan debu dan asap knalpot hitam penuh timbal yang bergulung lalu pecah oleh angin. Temanku pernah bilang jika kita sering-sering menghirupnya, tubuh kita perlahan-lahan akan berubah menjadi besi.

Fungsi lain kopaja itu ternyata adalah tempat kita berpikir, merenung, bahkan mengenang hingga air mata sering sekali tergenang di kedua mataku. Ketika jendela buram itu kubuka lebar-lebar dan angin menebas-nebas kain jilbabku, maka pikiranku melebur tergerus deru kopaja. Mengawang keangkasa mengingat semua hal yang pernah kulihat dan kurasakan.

Jika pikiranku terhenti pada satu titik dimana titik tersebut merupakan pencitraan dari detik-detik suatu subuh dalam sebuah rumah sakit besar berlantai 6 dan lenggang serta bau antiseptik yang khas bercampur alat bantu napas, maka mataku tiba-tiba hangat. Sedetik kemudian airmata meluncur. Jika seperti itu, aku memilih tidur, atau memejamkan mata walau mata ini masih terasa hangat.

Kopaja itu terus melaju melintasi jalan yang kadang-kadang padat, kadang-kadang lengang, kadang-kadang lurus, kadang juga menikung. Semakin kopaja itu kosong oleh penumpang, semakin kencang bunyi berderak di dalamnya. Derak-derak pada lantai besi yang keropos. Derak-derak pada kaca-kaca jendela buramnya yang longgar dengan pinggiran yang menghitam. Derak-derak pada tubuh kopaja yang berkarat.

Jika pikiran itu berwarna, maka akan ada banyak warna di langit-langit kopaja. Seorang wanita dengan tas besar yang tampak kerepotan mengatur tasnya agar tak terinjak penumpang lain. Kacamata hitam bertengger di atas kepalanya. Penampilannya seperti seseorang yang gagap terhadap budaya moderen. Ia tercenung sambil memperhatikan pemandangan dari balik jendela.
Seorang bapak tua penuh uban dengan tas kulit kecil yang ia kempit di ketiaknya sejak tadi. Tangan yang satunya menggenggam segulung Koran. Lehernya berkeringat. Matahari menyengat tengkuknya. Ia juga tercenung entah angannya sampai kemana.

Dunia ada memang bukan hanya milikku. Ketika takdir-takdir itu berdatangan aku tak dapat mengelabui mereka. Berbenturan pada titik balik kehidupan membuatku merubah bingkai berpikirku. Barometer pandangku terhadap segala sesuatupun nampak termodifikasi.

Dan dari balik kaca jendela kopaja ini, ketika kupandangi pemandangan-pemandangan di sisi jalan yang seperti berlarian menjauh dan pikiranku mulai kembali mengawang, aku kembali menangis. Sementara penumpang silih berganti naik dan turun ke tempat yang mereka tuju. Sama seperti orang-orang yang ku kenal. Aku kesepian di tengah keramaian.

Ah, dari balik jendela kopaja ini juga aku baru benar-benar memahami arti kata merindu yang sesungguhnya hingga dada ini seperti ingin meledak dan mulut ini seperti ingin menjerit, namun lagi-lagi yang keluar cuma air mata.

tatz|200609|02.03


Lepas Rasa

April 24, 2009

tatz


hanya untuknya

January 23, 2009

saat ini rasanya ingin kupilin semua doaku untuknya…
hanya untuknya..
jikalau bisa, Ya Rabb..
kan ku tukar nikmat sehatku hanya untuknya Ya Rabb..
hanya untuknya..

aku merasa separuh terluka, hingga hidup setengahnya merana…
setengahnya lagi berjuang untuk kembali berdiri, tapi beban ini terus mengangkangi..
Ya Rabb…saat ini aku terjatuh, meraba setiap sudut gelap
mencari pijakan untuk keluar dari cobaanMu..

Tolong aku Ya Rabb…aku tahu Engkau Maha Penolong…


egois

January 22, 2009

aku marah…

“ya, aku marah” Wina melepas pasmina cokelat tua dari lilitan lehernya.

matanya menerawang.

“Kenapa kamu marah?” tanya Rachel dengan sedikit kerutan di keningnya.

Sore itu matahari seakan tergerus gumpalan awan kelabu. Mendung, Semendung hati Wina.

“Kita ini teman bukan sih?” Ada air mata yang menggenang di kelopak mata Wina sekarang. Lalu ia membuang wajahnya ke Jendela berusaha menyembunyikan lukanya.

“Kenapa tiba-tiba kamu menyangsikan pertemanan kita?” Rachel menarik bahu Wina mencoba mencari sepasang mata bulatnya yang kini tergenang air mata.

“Kamu tahu ayahku sudah 2 bulan masuk rumah sakit?” entah sampai kapan percakapan mereka berisiĀ  pertanyaan yang sahut menyahut.

“Aku tidak tahu, kau tidak bilang” jawab Rachel. Akhirnya ada kalimat jawaban di sini.

Kau temanku, kau cari tahu dong! dulu waktu papamu sakit aku sempat membesuknya, berkali-kali malah. Sekarang….tahu Ayahku sakit saja kau tak tahu..aku muak Rachel, muak…kamu egois!

Rachel menangis demi mendengar kata-kata dari sahabatnya. Sahabat yang telah menemaninya lebih dari satu windu.

“Aku benar-benar tidak tahu, maafkan aku” kedua telapak tangannya menutupi hampir seluruh wajah Rachel, ia sedih sekaligus terpukul.

“Kau tahu aku tak minta ditemani kala itu. Kala Papaku terbaring sakit. Apa ada 1 baris kalimatpun yang bilang bahwa aku minta ditemani olehmu? tidak kan” Rachel melolong marah. Ada pembelaan disana.

“Demi Tuhan, Rachel! kau tahu benar membolak-balikan keadaan. Sungguh tak kusangka!” Geram kini Wina, hatinya panas bergejolak. Dikepalkannya kedua tangannya hingga kebas.

“Bukan begitu, mestinya kau bilang saja, Wina..bilang bahwa ayahmu sakit, bahwa kau perlu support dari sahabatmu, aku akan dengan senang hati membantumu” Nada bicara Rachel melembut. tangannya menjulur menghampiri wajah pucat Wina.

Wina cuma menangis tergugu…

Apa ia salah menuntut bukti pertemanannya dengan Rachel sahabatnya selama ini?

Apa Rachel salah bila ia tak mampu membaca pikiran temannya?

Siapa yang egois sebenarnya…


Sukarela

November 24, 2008

sukarela…

suka dan rela..

suka tapi gak rela bukan sukarela namanya

rela tapi gak suka, itu tekanan batin namanya…

kalo sukarela, berarti gak ada paksaan, makanya kerja sukarela gak dapet duit..

kalo kerja sukarela di paksa juga, mending kelaut aja! biar di makan monster Ancol sekalian..


Tarian Hujan

November 18, 2008

Kemarin, ku lihat hujan menari diatas trotoar, di helai daun, dihamparan tanah berdebu, dipermukaan aspal, di kepala manusia, dan mereka menerima dengan berbagai cara.


daun menumpahkannya pada tanah,
tanah menikmati gerusannya,
aspal mengumpulkannya,
dan tak banyak kepala manusia yang sudi dipijak hujan.


Hujan tetap menari di atas permukaan, titik demi titik memenuhi layar jalan,
seperti jutaan pixel yang menyala satu-satu.
Hujan tetap menari di atas permukaan, meninggalkan percikan, mengangkat debu,
dan membuat tanah harum.
Hujan masih tetap menari, meski kini genangannya selebar kolam, tak terbendung
mengelembung, sampai detik tarian hujan tak lagi menarik hati, hujan masih terus menari.


@tarian hujan pada aspal busway (17-11-08)


itulah bedanya…

November 3, 2008

Tak usahlah mencari tempat yang cozy untuk sekedar bercengkrama,

Atau Warung makan yang terkenal untuk sekedar melepas lapar,

Atau kamera canggih untuk sekedar menangkap momen spesial,

karena dengan sahabat, semua terasa begitu menyenangkan.

@Bandung Chapter, 1-2 Nov’08


Can not write

October 21, 2008

can not write…..

have i lost my magic pen?

is there any hole in my brain?

i can not see my own heart, not even feel it

i begin to think that i’m in a deep shit.


finding love?

July 31, 2008

…Don’t find love, let love find you…That’s why it’s called falling in love, because you don’t force yourself to fall, you just fall…

ahhh..I see now, why I haven’t got any result from The Mighty Above regarding my so called-soul mate-for the rest-of-my life , since I never find any love before…crap!

hey, what about this Quote from our local TV show:

Love will find you, If you try!

do’o!