kita terbiasa hidup terkapling,
tk umur sekian,
sd umur sekian,
smp umur sekian,
smu umur sekian,
lalu kuliah, habis kuliah dapat kerja,
lalu target selanjutnya menikah kira-kira umur sekian,
dan diharapkan punya anak umur sekian.
sehingga ketika ada seseorang keluar dari kotak maya kapling itu,
orang lain bertanya tanya,
karena mereka terbiasa hidup terkapling,
maka ketika mereka melihat seseorang hidup keluar dari garis kapling
mereka terheran-heran..
Dan jika seseorang tak mampu mengejar garis kapling itu, dia merasa gagal
kenapa memangnya menikah dulu baru kuliah?
kenapa memangnya masih kuliah padahal sudah tua?
kenapa memangnya sudah tua belum menikah?
kenapa memangnya belum menikah padahal sudah kerja?
kenapa memangnya belum kerja sudah menikah?
kenapa memangnya punya anak dulu baru menikah?
bayang-bayang pengkaplingan itu terus menghantui kita (kita?! elo aja kali gue sih engga)