dear God,
I know that every words are actually prayers…
but give me a break to curse …
please..?
a place that I can fly away
dear God,
I know that every words are actually prayers…
but give me a break to curse …
please..?
pagi ini aku bangun dengan seribu sembilu di kepala.
menusuk-nusuk nyeri menghantam dari segala sisi.
teringat tadi malam, tidur dengan rambut basah dan posisi yang salah.
serta handuk yang setengah lembab berat membebat.
aku lelah.
lelah dijadikan tempat sampah.
lelah dimuntahi masalah.
dan kalian tahu? tak satupun masalah itu milikku.
but, hey, itu gunanya teman bukan?
jika ingin dibilang bermutu, harus siap membantu.
tapi apa aku terlalu berusaha?
hingga malah jadi petaka
dan tadi malam, kumuntahkan [sedikit] masalahku pada seorang teman.
semoga kepalanya tak berdenyut-denyut seperti aku yang kini diam disudut.
semoga.
-t-
wahai kamu yang kini telah berdiri mematri kehidupan dengan caramu sendiri
aku tak lagi gundah karenamu, sungguh.
damai itu indah, dan damai itu menyehatkan jiwa.
dan kini aku merestui hubungan kita yang sekarang….
kita teman, bukan?
Abangku…
Saat ini entah kenapa,
aku begitu membutuhkan keberanian menghadapimu.
Kita begitu jauh, walau tidak raga ini.
Kita begitu berlainan walau kita bertalian.
Kemana hari-hari lama itu pergi,
Ketika kulukis awan-awan dengan candamu
Ketika kau warnai hari dengan ceriaku
Kita pagi dan kita senja
celoteh, pertengkaran, tangisan, lalu kembali bersama…
Namun selepas SMP, kau seperti menjelma,
Menjadi sebentuk jiwa asing dengan rupa yang sama
Kau tak lagi ada disisiku
Kau begitu diam tak lagi menyapaku
Dan hatiku seperti teriris sembilu
Jika kau mau tahu perasaanku kini, bang,
Aku seperti di tinggal mati seorang Abang.