
Kemarin, ku lihat hujan menari diatas trotoar, di helai daun, dihamparan tanah berdebu, dipermukaan aspal, di kepala manusia, dan mereka menerima dengan berbagai cara.
daun menumpahkannya pada tanah,
tanah menikmati gerusannya,
aspal mengumpulkannya,
dan tak banyak kepala manusia yang sudi dipijak hujan.
Hujan tetap menari di atas permukaan, titik demi titik memenuhi layar jalan,
seperti jutaan pixel yang menyala satu-satu.
Hujan tetap menari di atas permukaan, meninggalkan percikan, mengangkat debu,
dan membuat tanah harum.
Hujan masih tetap menari, meski kini genangannya selebar kolam, tak terbendung
mengelembung, sampai detik tarian hujan tak lagi menarik hati, hujan masih terus menari.
@tarian hujan pada aspal busway (17-11-08)