tadi pas lagi asik nge-tweet ada twitter menarik dari seorang teman/follower :
kalau emang ga bisa dipertahankan dan mempertahankannya berarti neraka, then farewell. again, teman adalah saudara yg bisa dipilih.
Kalimat terakhirnya bikin gw teringat kembali. Sebenarnya bukan masalah BESAR atau ingin membesar-besarkan masalah ITU. Tapi kalau inget lagi rasanya sakit juga hehe~
Jadi kejadiannya di ilustrasikan seperti ini; di suatu siang yang sangat terik dan sibuk, seorang gadis manis yang baru aja pindahan kantor dan masih menyisakan tetek bengek masalah kepindahan menerima sebuah ajakan dinner untuk sore nanti dari seorang perempuan kenalannya (kalau tak mau dibilang teman). Alasannya sang perempuan itu sedang (seperti biasa mengeluh tentang dirinya, seolah-olah dialah poros bumi) kurang napsu makan dan ingin menganjaknya makan ‘sesuatu bareng’. Singkat cerita sang gadis manis bersedia menerima ajakan dari perempuan tadi dan pergilah ia dengan burung biru ketempat yang disepakati, sebut sajah ‘dapur kota’.
Setibanya di dapur kota, seperti biasa selalu gadis manis yang harus menunggu. Namun tunggu punya tunggu, ternyata sang perempuan itu tidak bisa menggenapkan janjinya, sang gadis terpaku sendiri. Merasa di bodohi, di injak harga dirinya (okey berlebihan, tapi perasaan merasa tak di hargai pasti ada) dan dari seluruh hal tersebut, AJAKAN ITU DATANGĀ dari si perempuan yang mangkir datang dengan alasan tiba-tiba pekerjaannya menumpuk.
Entah punya gray cell dalam kepalanya yang di beri nama otak atau tidak, kenapa si perempuan itu tega mencoreng jalian (yang memang rapuh) perkenalan (again, kalau ga mau dibilang persahabatan) antaranya dengan sang gadis manis yang harus merelakan waktu, tenaga dan tentu DUIT untuk memenuhi undangan yang lalu di mangkirkan oleh sang pengundang.
Feel like shit? here’s the BEST PART, si perempuan itu tidak sedikitpun menyinggung kata maaf, seolah mengundang orang lalu tidak perlu hadir pada undangannya adalah kebiasaan sehari-harinya seperti ‘burp’ sehabis makan dan ‘cebok’ sehabis ‘ee’ or what ever it is in daily basis.
Hasilnya? perempuan itu sukses masuk daftar tunggu ’10 people’ gadis manis ‘to shoot’ while she take a course to become a sniper…hehehe..gak deng…cuma masuk dalam daftar black listnya aja buat orang yang dihindari untuk ajakan meeting atau dinner lain waktu.
shame on you, perempuan. Apa kamu pikir begitu cara me-maintain sebuah pertemanan?
*kampret-gw-begadang-padahal-besok meeting-pagi*