Duhai Gusti Allah yang maha membolak balikan hati setiap umatnya….
Bukakan lah pintu hidayahMu ya Robb…
Kepadanya…
Kepadanya…
Kepadanya…
Tania dulu begitu penakut. Rasanya tak ada yang sepenakut anak perempuan cantik itu. Bertanya pada orang asingpun ia takut.
Ranti sering gemas dibuatnya. Memperlakukan Tania sangat beda denga Rifa adik Ranti yang lain. Rifa terlihat lebih berani, lebih tegar dalam hidup. Tapi Ranti sayang pada keduanya. Adik kandung yang selalu ia jaga, meski kadang dalam kehidupan nyata merengkuh mereka berdua untuk selalu ada disisinya amatlah mustahil.
Dan ketika roda kehidupan terus berjalan, Kakak beradik itu larut dalam putarannya. Mencoba menggapai dunia, mencari jalan dan takdirnya masing-masing. Begitupun Ranti. Tak pernah lupa sebenarnya barang sedetikpun perihal adik-adik tersayangnya. Namun terperdaya kesibukan, Ranti tak mampu terus berada disisi mereka.
Adapun Tania. Yang kini beranjak dewasa. Mulai mengendurkan pegangan pada keluarga. Berpenghasilan nampaknya membuat pijakannya lebih tegar. Apalagi kini tambatan hati tersayang sudi nian menjadi gantungan hidupnya. Tania tersihir. Tania lupa. Tania pikir keduanya adalah segalanya. Persetan masalah prinsipil. Persetan dia tak satu aqidah. Tania merasa keduanya mampu menyokong Tania.
Ranti mulai was-was. Tania adiknya mulai tak biasa. Ada sesuatu yang hilang diantara mereka. Tapi percuma. Biar Ranti menyumpah-nyumpah terhadap belenggu pekerjaan yang mengukungnya, tapi semua nampak terlambat. Akan ada suatu titik nadir, dimana perpecahan ini bakal bermula.
Dan ketika hari naas itu tiba, Ranti hanya bisa terpana. Begitu berubahnya adik kecilnya. Yang dulu sering ia dekap manja. Yang dulu sering digelayuti sayang. Yang dulu sering memberinya tawa, kesal, marah, namun tetap menjadi adik kesayangannya.
Ranti berjibaku dengan kenyataan getir yang seperti petir. Menyambarnya di siang bolong yang terik. Tanpa suara, tanpa kilat. Siapa yang merubah Tania? Benarkah ia memilih pergi dari keluarga? Siapkah ia dengan dunia nyata didepannya? serta sejuta pertanyaan-pertanyaan yang mendesak-desak kepala Ranti. Mungkinkah ia selama ini terlalu lalai terhadap Tania?
Ya Robbi yang Maha membolak-balikan nurani umatnya..Ya Allah yang Maha mengetahui segalanya..
Lembutkan hatinya Ya Robb..
Berikan kembali Hidayahmu padanya Ya Gusti Allah…
Ranti tersungkur dalam genangan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir, malam itu.
October 28, 2011 at 11:40 pm
emangnya tania jadi bagaimana?
http://cerpenusang.wordpress.com